ANALISIS PERBANDINGAN KEEKONOMIAN MIGAS BERDASARKAN PSC COST RECOVERY DAN GROSS SPLIT PADA LAPANGAN “AD-29”

Authors

  • Iin Darmiyati STT Migas Balikpapan
  • M. Ammar Daffa STT Migas Balikpapan
  • Deny Fatryanto Edyzoh STT Migas Balikpapan
  • Sulardi STT Migas Balikpapan
  • Engeline Marlin STT Migas Balikpapan
  • Rohima sera Afifah STT Migas Balikpapan
  • Ipan Sampe STT Migas Balikpapan

Keywords:

cost recovery, gross split, gross revenue

Abstract

Skema kontrak bagi hasil merupakan metode pengujian dan evaluasi kelayakan rencana pengembangan di industri migas. Dalam sistem ini, pemerintah memiliki kepemilikan penuh atas sumber daya migas dan hak penuh kepada perusahaan minyak yang mengontraknya. Penulis melakukan perhitungan PSC dua skema yaitu PSC Cost Recovery dan Gross Split. Penelitian ini melakukan perhitungan dengan indikator ekonomi yaitu mengunakan beberapa metoda- metoda seperti NPV (Net Present Value), BCR (Benefit Cost Ratio), IRR (Internal Rate of Return), POT (Pay Out Time). Hasil yang di dapat dari kalkulasi keekonomian adalah NPV PCS Cost Recovery generasi ke-3 diperoleh NPV sebesar 286.555 MMUSD, BCR sebesar 523,05%, IRR sebesar 124% dan POT sebesar 2.245 tahun. Hasil perhitungan dengan Gross Split diperoleh NPV 127.049 MMUSD, BCR sebesar 231,90%, IRR sebesar 80%, dan POT sebesar 1 tahun. Hasil indikator keekonomian PSC Cost Recovery generasi ke-3 menunjukkan hasil yang lebih menguntungkan dibandingkan Gross Split. Rekomendasi penelitianmenunjukkan PSC Cost Recovery lebih baik di terapkan pada lapangan “AD-29”.

Downloads

Published

31-05-2025